Untuk jangka pendek, berhenti merokok dapat menyebabkan efek
positif dan negatif. Tapi efek negatif hanya sementara dan menjanjikan
efek positif yang jauh lebih besar untuk jangka menengah dan jangka
panjang.
Rokok dapat membunuh tetapi juga membawa membawa banyak
kegembiraan pada jutaan perokok. Perokok sangat rentan terhadap
penyakit mematikan seperti kanker dan penyakit jantung. Itulah sebabnya
banyak kalangan medis yang sangat menganjurkan perokok untuk segera
berhenti menghisap nikotin dalam rokok.
Apa saja yang terjadi ketika orang berhenti merokok?
Nikotin
yang sangat adiktif dapat memicu gejala balikan (withdrawal) pada
orang yang baru saja berhenti merokok, sehingga menyebabkan orang
sering gagal dalam upaya berhenti merokok.
DilansirLivestrong,
gejalawithdrawalbiasanya dimulai beberapa jam setelah berhenti merokok
dan dapat berlangsung selama beberapa minggu.
Withdrawalditandai
dengan perasaan mudah marah, kecemasan, depresi, pusing, kelelahan,
sakit kepala, nafsu makan meningkat, kurang konsentrasi, gangguan tidur
dan kenaikan berat badan.
Ketika Anda bisa mengatasi gejalawithdrawal, maka tubuh akan dapat segera merasakan manfaat dari berhenti merokok. Manfaat itu akan semakin besar saat Anda tidak merokok dalam jangka panjang.
Berhenti merokok dapat mengurangi tekanan darah dan denyut jantung dalam waktu 20 menit. Ketika berhenti merokok, Anda juga tidak lagi menghirup beberapa bahan kimia berbahaya dan senyawa dalam asap tembakau.
Karbon monoksida merusak sistem saraf, tetapi jumlah itu dalam darah kembali normal dalam waktu 12 jam setelah berhenti merokok. Manfaat lainnya yang segara bisa dirasakan adalah masalah pernapasan menjadi lebih sedikit, indra penciuman dan mengecap menjadi lebih baik, gigi lebih putih, serta napas, pakaian dan rambut menjadi tidak berbau.
Tidak merokok untuk dalam jangka waktu 1 tahun dapat memotong risikopenyakitjantung menjadi setengahnya. Dan dalam 10 tahun dapat mengurangi risiko kanker.
Berhenti merokok juga mengurangi risiko kanker kandung kemih, leher rahim, kerongkongan, pankreas mulut dan kanker tenggorokan. Penurunan risiko tersebut membuat mantan perokok hidup lebih lama dibandingkan dengan perokok.
0 komentar:
Posting Komentar